Menuju Kepunahan Uang Kertas dan Uang Koint

Bank Indonesia (BI) akan mempercepat penertiban Central Bank Digital Currenvy (CBDC). salah satu pendorong adalah semakin pesatnya perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital.

Gubernur BI Perry Warijoyo berkata, berkembanganya transaksi ekonomi dan keuangan digital salah satunya di tunjang dengan meningkatnya masyaratakt berbelanja daring. berkembanganya ekosistem E-Commercer, semakin meningkatnya pembayaran digital. ha itu terjadinya pendorong percepatan ini.

selain hal itu, ada faktor membaiknya kondisi perekonomian local dan akselerasi dari berbagai program digital sistem pembayaran sesuai BSPI 2025.

Tentu kami tidak akan bergerak di luar kekuasaan kami, dan kami juga tidak akan diam, kami percerpat penerbitan rupiah digital, hal ini sedang dalam proses penyiapan. jika tidak ada masalah tahun depan bisa kami persentasikan konsep rolenya. konsepnya sudah tersedia,"ujar Perry.

Nanti BI akan menerbitkan rupiah digital. langkah ini memang merespon kondisi global yang semakin hari cepat berubah, khusunya dalalm sistem pembayarab seperti mata uang cripto yang saat ini masih belum mendapatkan izin sebagai alat pembayaran regulator.

dalam laporan BI tahun 2021 transaksi uang elektronik pada tahub2021 diperkirakan mencapai 40.000 triliun atau naik 41,2% secara tahunan. serta akan kembali bertumbuh sekitar 16,3% mencapai Rp 337 triliun di tahun 2022.

sesuai dengan perkembangan economi digital,transaksi pembayran digital banking pada 2021 diproyeksikan naik 46.1% atau mencapai 40.000 triliun berlanjut naik 21.8% mencapai Rp 48.600 triliun di tahun 2022

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama