Jangan Kabur dari Pinjol (Pinjaman Online) ini Resiko dan Cara Mengatasinya

 

Kabur dari pinjaman online terkadang dilakukan oleh orang-orang yang gagal bayar. Sampai saat ini, masalah pinjaman online ilegal seakan-akan tidak ada habisnya. Hal ini karena harga bahan pangan yang semakin meningkat sehingga banyak orang yang mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Layanan Pinjaman uang secara online dari industri fintech lending pun semakin merangkak. Hal ini menjadi opsi masyarakat untuk mengajukan pinjaman. Proses dan syarat peminjaman pun dibuat semakin mudah bila dibandingkan dengan pemnjaman ke bank atau koperasi. Bahkan, ketika diajukan dari tangan nasabah, perusahaan hanya memerlukan waktu kurang dari 24 jam.

Kelebihan ini yang membuat masyarakat berbonding-bondong untuk meminjam uang kepada fintech. Namun, dibalik semua kemudahan tersebut, juga mempunyai resiko bila tidak digunakan secara bjaksana. Banyak orang yang kabir dari pinjaman online karena tidak sanggup untuk membayarnya.

Selain itu, bila dibandingkan ke bank atau koperasi, pinjaman online ini terbilang memiliki suku bugan yang lebih tinggi fan tenor cicilan yang lebih ringkas. Hal ini tentunya akan beresiko kepada debitur peminjaman online yang terjerat utang terlalu banyak sehingga tidak mampu mebayarnya.

Nah, bila kamu kabur dari pinjaman online, terdapat resiko dan ancaman

Lantas Bagaimana Cara mengatasinya?

Resiko Kabur dari Pinjaman Online

1. Terdapat dalam Blaackist SLIK OJK

ketika kamu mengajuka pinjaman online, tentunya kamu akan diminta untuk memasukan documen pribadi sebagai syarat kepada pihak pinjaman online, Umumnya documen tersebut berupa KTP, KK, NPWP, akun internet banking, dan slip gaji terakhir.

Meskipun terbilang sangat sederhana, fintech meminta document tersebut supaya mengetahui identitas nasabah, mulai dari nama lengkap, alamat, pekerja, alamat kantor, dan lain sebagainya. bila kamu sampai tidak bisa melunasi cicilan, maka bersiap menerima konsekuensinya berupa data diri yang dilaporkan kepada OJK dan dimasukan daftar hitam layanan pinjaman.

Hal ini jangan dianggap remeh, karena kamu kesulitan dan bahkan tidak mungkin lagi mengharapkan bantuan finansial kepada lembaga keuangan yang ada di indonesia. Bila hal ini sampai terjadi dan kamu mengalami masalah keuangan, kamu tidak memiliki kesempaan untuk bangkit dari keterpurukan.

Oleh sebab itu, disarankan utnuk selalu menjaga skor kredit supaya terus positif dengan cara membayar tagihan apapun dengan tepat waktu. dengan demikian, kamu akan dipercaya untuk bisa melakukan pinjaman kembali pada saat mengalami masa-masa sulit.

2. Terganggu Oleh Dept Collector

Fintech mempunyai prosedur yang saat ketat tapi angat teratur dalam menangulangi masalah peminjaman yang mangkir dari tanggung jawab. Aturan tersebut telah diatur oleh AFPI atau Asosiasi Fintech Pendaan Bersama indonesia.

ketika proses penagihan, nasabah hanya di ingatkan melalui pean teks seperti SMS, email, atau telephone. Tapi, jika masih tidak bayar, maka debt collector akan melakukan penagihan dengan mendatangi rumah nasabah atau menghubungi nomor kontak terdekat.

Bila terus berlangsung lama,tentunya akan sangta berisiko pada aktifitas sehari-hari dan orang terdekat, serta hidup akan menjadi tidak tenang.

3. Bunga dan Denda Semakin Numpuk

Telah menjadi rahasia umum bila kamu diharuskan membayar biaya keterlambatan atau bunga pada saat tidak mampu melunasu cicilan dalam tenggat waktu yang telah ditentukan. Jika dengan sengaja tidak melunasi pinjaman online, beban denda kamu akan terus berlangsung akumulatif dan semakin meningkat.

Karena biaya bunga yang cukup tinggi, tifak butuh waktu lama jumlah pinjaman online terus membengkak sampai akhirnya nyaris mustahil untuk dilunasi. Sebagai solusi, bila kamu sudah terjerat jangan coba-coba kabur dari pinjol namun bisa dengan mengajukan keringanan dan menambah tenor cicilan.

Dengan demikian, nominal bunga dan cicilan tidak akan semakin membengkak sehingga memeberikan ruang untukmu supaya bisa melunasinya. Bila mengacu pada aturan OJK, bunga dan denda keterlambatan maksimal berada di angka 0,8% perhari. kemudian untuk jumlah denda keterlambatan maksimal 100% dari jumlah poko pinjaman.

Cara Mengatasi Jeratan Pinjaman Online

1. Metode Debt Avalanche

Metode pertama yang dapat digunakan untuk mengatasi pinjol adalah Debt Avalanche. Metode ini merupakan pembayaran minimum pada semua akun terutang yang kamu mliki. kemudian, sisa uang yang ada, diarahkan untuk dilunasi dengan bunga tertinggi.

Terdapat kelebihan dan kekurangan dari metode ini. Kelebihanya adalah meminimalkan jumlah bunga yang harus di bayr dan mengurangi jumlah  waktu yang dibutuhkan untuk terbebas dari utang. sedangkan kekuranganya adalah perlu kedisiplinan ektra dari diri sendiri.

2. Metode Debt Snowball

Bila metode pertama berfokus pada utang dengan jumlah bunga besar, metode kedua ini berfokus pada utang dengan jumlah nominal terkecil, dalam psikologi, strategi pembayran dapat memantik motivasi diri karena satu per atu utang dapat diselesaikan mulai dari yang terkecil.

Tapi, tentunya terdapat kekurangan yaitu masalah bunga dan waktu yang lebih lama. Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak meminjam uang kepada perusahaan jasa pinjaman online ilegal. karena, banyak sekali kerugian dan resiko yang ditimbulkan jika tak kunjung dibayar.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama